Kamis, 14 Februari 2013

Cita Masa Depan

Cerita untukmu calon keluarga hebatku...

Sore ini kita berdua duduk berdampingan, di teras belakang rumah kita yang hanya berukuran biasa-biasa saja, sama memandang ikan-ikan kecil yang kita pelihara di kolam yang juga kecil, kemudian sama mengalihkan pandangan pada cahaya langit yang meredup merah ditinggal matahari, di bawahnya ada sedikit cabang pohon flamboyan jingga yang terlihat dari tembok belakang rumah kita yang tidak terlalu tinggi, di sana ada kicauan ribut burung liar yang berebut tempat bertengger, lalu engkau menunjuk ke bentuk bentuk awan itu, yang serentak aku ikuti dengan mata ku yang sedikit lelah, dengan semangat engkau menceritakan bentuk-bentuk awan itu satu persatu, mengapa bisa yang dikanan itu bulat, bahwa yang di tengah itu mirip anak kecil yang sedang berlari, bahwa yang di ujung berbentuk seperti naga..

Tepat dari samping kirimu, aku memperhatikan caramu bercerita yang kau padukan dengan iringan tawa, aku tak jelas lagi mengenai apa engkau berbicara, yang jelas, dari sini, melihat engkau bercerita bersamaku, di depan kolam ikan  kecil kita, disirami cahaya emas sore, membuat senyumku terbit lebih dahulu dan lebih terang dari matahari, lelahku terangkat begitu saja karena kerianganmu sore ini, dalam perasaan seperti ini, genggaman tanganku padamu semakin erat saking bahagianya, biarlah engkau memandngiku heran, aku hanya ingin memandangi ekspresi wajahmu sore ini, lalu heranmu berubah menjadi rona yang bersemu malu, yang jauh lebih manis daripada madu...

Lalu ribut-ribut dari belakang kita menyadarkan senyum kita, Khalid, si jagoan kecil kita tergopoh dengan kotor setelah bermain diluar dengan sahabat-sahabat kecilnya, lalu kita beranjak untuk memandikan dia dengan senyum dan tawa...

Inilah Surga yang dititipkan Tuhan Kepadaku, Kepadamu Istriku dan  sikecil, khalid, kita....


(16102012)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar