Senin, 08 September 2014

Inspirasi

Aku bernyanyi-nyanyi merdu,
Sekali lagi Rindu menjadi Cambuk yang ampuh untuk karya,

Meski datang dalam Pola yang sama dan Terbaca karena sejarah,
Cinta,
Menunjukkan Betapa Nikmat Tuhan yang Satu ini begitu Megah,
Tak Tertampung Oleh Sebesar apapun wadah Diam,
Dia tidak Mampu Dipendam tanpa Ekspresi,
Dia Akan menyeruak keluar Jiwa Minimal melalui Senyuman Rona,

Disaat Seperti ini, Sebagaimana Pengalaman Minimku Tentang Rasa,
Setan, Tiba-tiba berwajah malaikat dan membisikkan Doa yang mungkin saja adalah mantra Jahat, Bahaya.

Tapi Beginilah Cinta, Hangat di Dada, dan sedikit berbeda rasanya saat tersenyum karena dia,

Lucu ah,